Tesis

Hubungan Tingkat Burnout dengan Beban Kerja dan Tingkat Resiliensi Peserta Didik Program Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Terkait Onkologi = The Relationship between Burnout, Workload and Resiliency among Oncology Residents and Fellows.

Tujuan: Burnout pada peserta didik program pendidikan dokter spesialis (PPDS) merupakan isu penting dan hal ini juga dikaitkan dengan pendidikan spesialis terkait Onkologi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik beban kerja, tingkat resiliensi dan burnout pada peserta PPDS terkait onkologi dan menghubungkan beban kerja dan tingkat resiliensi dengan kejadian burnout. Metode: Sebuah penelitian potong lintang dilakukan. Responden yang merupakan peserta PPDS aktif terkait Onkologi dan sudah terlibat dalam pelayanan > 3 bulan di institusi berpartisipasi dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuisioner secara daring dengan mengumpulkan data beban kerja dan menggunakan instrumen Copenhagen Burnout Inventory (CBI) dan Connor Davidson Resilience Scale 25INDO (CD-RISC-25INDO) yang telah divalidasi. Kami mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya burnout dengan menggunakan chi-square dan regresi logistik. Hasil: Sejumlah 66 responden menjadi subjek penelitian. Gambaran beban kerja responden adalah 62,9% bekerja di RS pendidikan > 50 jam/minggu, 46,8% menghabiskan waktu > 60 jam per minggu terkait onkologi dan 66,1% memiliki waktu tidur < 6 jam/hari. Tingkat resiliensi berdasarkan CD-RISC-25INDO adalah 68 (35 – 100). Sejumlah 43,5 % mengalami personal burnout, 38,7 % mengalami work related burnout dan 21% mengalami client related burnout dari seluruh responden. Beban kerja dan tingkat resiliensi tidak berhubungan dengan terjadinya burnout. Responden dengan jenis kelamin wanita dan ketidakmampuan memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri secara independent, cenderung untuk mengalami burnout. Kesimpulan: Pada penelitian ini, angka burnout di institusi kami sebanding dengan angka burnout peserta didik terkait onkologi di negara lain. Tingkat resiliensi dan beban kerja tidak mempengaruhi kejadian burnout. Jenis kelamin wanita dan ketidakmampuan memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri berhubungan dengan terjadinya burnout.
Kata kunci: beban kerja, burnout, onkologi, resiliensi


Purpose: Burnout among physicians in training is an important issue and this is also relevant with oncology residency and fellowship programs. Therefore, this study wants to measure the workload, the resilience score and burnout rate in oncology residents and fellows and to associate the workload and resilience score to burnout. Methods: A cross-sectional study was conducted. Respondents who were active physicians in training related to Oncology and had been involved in oncology services for > 3 months at our institution were included in this study. Data was collected by filling out an online questionnaire by collecting workload data and both the Copenhagen Burnout Inventory (CBI) and Connor Davidson Resilience Scale-25INDO (CD-RISC-25INDO) instruments. We try to identify factors associated with burnout with chisquare and logistic regression. Results: A total of 66 respondents became research subjects. The workload’s description was 62.9% respondents worked in teaching hospitals more than 50 hours/week, 46.8% respondents spent more than 60 hours per week related to oncology and 66.1% respondents had sleep time less than 6 hours/day. The resiliency based on the CD-RISC25INDO was 68 (35 – 100). A total of 43.5% respondents experienced personal burnout, 38.7% experienced work related burnout and 21% experienced client related burnout. Workload and resiliency are not related to the occurrence of burnout. Female gender and inability to live independently were independently more likely to experience burnout. Conclusions: In this study, burnout rates at our institution are comparable to oncology-related physicians in training burnout rates in other countries. The resilience and workload do not affect the incidence of burnout. Female gender and inability to live independently were associated with burnout.
Keywords: burnout, oncology, resiliency, workload

Judul Seri
-
Tahun Terbit
2022
Pengarang

Henry Kodrat - Nama Orang
Sri Linuwih Menaldi - Nama Orang
Jenny Bashiruddin - Nama Orang
Ardi Findyartini - Nama Orang

No. Panggil
T22222fk
Penerbit
Jakarta : Program Studi Magister Pendidikan Kedokteran.,
Deskripsi Fisik
xvi, 59 hlm. ; 21 x 30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
Tanpa Hardcopy
T22222fkT22222fkPerpustakaan FKUITersedia
Image of Hubungan Tingkat Burnout dengan Beban Kerja dan Tingkat Resiliensi Peserta Didik Program Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Terkait Onkologi = The Relationship between Burnout, Workload and Resiliency among Oncology Residents and Fellows.

Related Collection